igobalai, 4 Mei 2026 — Pemerintah Nagari Tigobalai melaksanakan kegiatan Rembug Stunting pada Senin (4/5/2026) sebagai langkah koordinasi dan penguatan komitmen bersama dalam upaya percepatan pencegahan dan penanganan stunting di wilayah nagari.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Nagari Tigobalai beserta perangkat nagari, pendamping desa, serta diikuti oleh berbagai unsur yang terlibat dalam penanganan stunting, di antaranya pengurus Rumah Desa Sehat (RDS), pengurus Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), pembina posyandu, kader KPM, kader posyandu, guru PAUD, dan pendamping keluarga.
Dalam sambutannya, Wali Nagari Tigobalai menyampaikan bahwa rembuk stunting merupakan forum penting untuk menyatukan persepsi, menyusun langkah strategis, serta memperkuat sinergi antar lembaga dan kader dalam menekan angka stunting di nagari. Ia juga menekankan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui pemenuhan gizi, pola asuh yang baik, serta peningkatan pelayanan kesehatan.
Kegiatan rembuk stunting ini membahas berbagai permasalahan yang menjadi faktor penyebab stunting, mulai dari pola konsumsi gizi keluarga, sanitasi lingkungan, hingga pendampingan terhadap ibu hamil dan balita. Selain itu, peserta juga melakukan penyusunan rencana kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan secara terpadu melalui kerja sama lintas sektor.
Pendamping desa dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya optimalisasi program desa dan pemanfaatan dana desa untuk mendukung kegiatan pencegahan stunting, seperti peningkatan layanan posyandu, pemberian makanan tambahan, edukasi kesehatan keluarga, dan penguatan kapasitas kader.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dapat terus meningkatkan koordinasi dan komitmen bersama dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di Nagari Tigobalai.